tinta hitam dan alas putih
Ini hanya sebuah tulisan malam anak manusia yang mengharapkan sebuah kebahagiaan dan keberuntungan untuk hari esok. Banyak manusia yang ketika malam tiba memikirkan akan sebuah nasibnya di esok hari, tetapi itu bukan kapasitas manusia untuk memikirkan hari esok harus seperti apa dan bagai mana. Tetapi tenanglah pasti tuhan akan memberikan yang terbaik kepada ciptaannya. Sudah terlalu malam memikirkan itu yang dimana sudah waktunya kita tuk istirahat agar besok pagi bisa menyusun rencana dengan sebuah pencapaian dan keberhasilan, pagi pun akan datang dan mentari pagi pun akan bersinar di upuk timur menerangi bumi dengan seisinya dan di situlah manusia akan terbangun dan bergegas untuk mengharapkan sesuatu keajaiban yang di berikan oleh semesta. Ketika sang surya merangkak naik ke angkasa dan matahari pun mulai menyinari bumi disitulah embun pagi mulai pergi dan manusiapun akan mengharapkan yang terbaik setelah embun pagi pergi
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9533661362456892"
crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-format="autorelaxed"
data-ad-client="ca-pub-9533661362456892"
data-ad-slot="1505985959"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
Komentar
Posting Komentar